Kamis, 28 Januari 2016

[Cerbung] Vendetta #8







Episode sebelumnya : Vendetta #7 : Sisters


* * *


Mea Culpa


Di dalam kantor Angel, dengan rakus Felitsa menyantap tiap porsi tiramisu yang disodorkan kakaknya itu. Angel menatap Felitsa dengan mata mengaca. Ada berjuta perasaan berkecamuk dalam hatinya. Takjub, bahagia, haru, sedih, lara, rindu, dan entah apa lagi. Ia hanya sanggup menikmati kerakusan Felitsa.

Senin, 25 Januari 2016

[Cerbung] Vendetta #7








Episode sebelumnya : Vendetta #6 : Angel Or Devil?


* * *


Sisters


Tanpa sengaja Karunia menemukan selembar kertas itu di atas meja Felitsa. Kening Karunia berkerut ketika membacanya. Ayahnya adalah pembunuh keluargamu. Aku bisa membunuhnya sebelum ia membunuhmu. Jadi tinggalkan dia sebelum hal itu terjadi. Dan foto wajah Bastian ada di balik lembaran kertas itu.

Kamis, 21 Januari 2016

[Cerbung] Vendetta #6









* * *


Angel Or Devil?


Bastian menggandeng erat tangan Felitsa. Sesekali ia mencandai gadis itu, yang disambut tawa renyah yang sungguh indah terdengar di telinganya. Ditatapnya Felitsa. Sungguh, wajah gadis itu serupa lentera. Bersinar lembut tanpa menyilaukan mata. Tapi tetap mampu menerangi kehidupannya yang terkadang menggelap.

Senin, 18 Januari 2016

[Cerbung] Vendetta #5







Episode sebelumnya : Vendetta #4 : Burning Life


* * *


Journey Into The Dark


Gadis kecil itu termangu. Luka bakar di pipi kanannya mulai mengering. Sesekali nyeri itu terasa menggigit. Tapi ia tak sekalipun mau mengeluh. Ia hanya mau duduk tenang di tepi teras panti asuhan. Ada seseorang yang ditunggunya.

Kamis, 14 Januari 2016

[Cerbung] Vendetta #4








Episode sebelumnya : Vendetta # 3 : Gold Medallions



* * *


Burning Life


Felitsa kecil sungguh tak mengerti kenapa Nanny menyeretnya dengan begitu kasar malam itu. Ia tengah tertidur dan dibangunkan Nanny dengan paksa. Terasa begitu sakit ketika tangan Nanny mencengkeram lengannya. Tapi tak ada yang bisa ia lakukan. Berteriak? Oh, tangan Nanny yang sebelah lagi membekap kuat mulutnya.


Senin, 11 Januari 2016

[Cerbung] Vendetta #3








Episode sebelumnya : Vendetta #2 : Little Lantern


* * *

Gold Medallions



Angel meniup medali emas yang tergantung pada seuntai kalung emas itu pelan-pelan. Dan medali itu mulai berputar, berputar, berputar... Sesekali berlian yang terikat di dalamnya memantulkan kilasan warna-warni serupa biasan prisma kaca.

Kamis, 07 Januari 2016

[Cerbung] Vendetta #2




Episode sebelumnya : Vendetta #1 : Angel of Death




* * *


Little Lantern


Bastian menatap kedua kakaknya, satu-satu. Bergantian. Tonny duduk dengan sikap santai, meluruskan tungkainya. Dan Sabrina duduk tenang dengan sikap sama. Meluruskan kaki. Ekspresi keduanya nyaris sama. Datar. Tanpa emosi. Seolah tak ada setitik pun kesedihan atas kepergian mendadak sang ayah tujuh hari yang lalu. Bastian mengerjapkan mata.


Senin, 04 Januari 2016

[Cerbung] Vendetta #1











Angel Of Death


Cahaya redup kafe itu sungguh menyamarkan suasana. Tapi efek hangat pendar lampu justru menguatkan lukisan wajahnya. Cantik. Bercahaya. Bagaikan malaikat yang baru turun dari langit. Dan Ferry segera mengenalinya.

Kamis, 31 Desember 2015

[Cerpen] Bunga-Bunga Mangga







Here I am...

Terbingkai seluas kaca depan mobil, Biella menatap gambaran nyata yang ada di depannya saat ini. Sebuah rumah mungil dengan dinding bercat gradasi warna peach berpadu dengan warna putih pada setiap kusen pintu dan jendelanya. Memberi kesan sangat cerah.

Rabu, 09 Desember 2015

[Cerpen Stripping] My Journey #8









Part Eight


Blue, And The Dream Comes True


Canopus...

Dengan cepat kami saling mengenal satu sama lain. Seolah sudah berkawan sejak jaman batu. Entahlah... Mungkin ini namanya jodoh. Yang (bagiku) seolah begitu saja jatuh dari langit.

Selasa, 08 Desember 2015

[Cerpen Stripping] My Journey #7









Part Seven


The Best Man And Me



“Ha...lo...,” ucapku dengan suara seperti tikus terjepit.

Dan senyumnya segera saja membuatku seperti bongkahan coklat yang ditim. Pun ketika ia berdiri dari duduknya dan mengulurkan tangan. Aku segera menjabatnya. Berharap tanganku mau berkompromi sejenak sehingga tidak gemetar dan memalukan.

Senin, 07 Desember 2015

[Cerpen Stripping] My Journey #6








Sebelumnya :  Part Five : Canopus


Part Six


Something Surprising



Kutatap undangan itu untuk kesekian kalinya. Tetap saja tulisan calon mempelainya tak berubah. Yolanda Kumalasari dengan Eugene Eric Setiyadi. Bukan Canopus. Sama sekali bukan!

Jumat, 04 Desember 2015

[Cerpen Stripping] My Journey #5











Part Five


Canopus



Kami saling menatap. Seketika ada bebungaan warna-warni seolah bertaburan di sekitarku. Entah berapa lama aku menatapnya, yang jelas deheman Gia pada akhirnya menyadarkan aku.

Kamis, 03 Desember 2015

[Cerpen Stripping] My Journey #4










Part Four


Extra Size Doesn’t Mean Not Beautiful


Sesungguhnya Berlian benar-benar berhasil menjungkirbalikkan semua konsepku tentang keindahan. Sekaligus memberiku tantangan untuk mewujudkan keindahan dalam bentuk luar biasa itu. Dan bukan keberhasilan untuk menjawab tantangan itu saja hal baik yang kuperoleh. Tapi juga sesuatu yang membuat aku lebih bisa menggunakan hati dalam melihat segalanya yang ada di sekitarku.

Rabu, 02 Desember 2015

[Cerpen Stripping] My Journey #3











Part Three


Colorful is Also Beautiful



Pada akhirnya aku menyerah.  Hari ini, record yang kumiliki sebagai seorang perempuan (cantik) berhati nenek sihir terpaksa patah untuk kesekian kalinya. Prinsipku berhasil mengalahkan egoku. Bahwa semua customer adalah ratu, dan gaun yang itu bisa jadi segera out of date kalau menungguku memakainya.

Selasa, 01 Desember 2015

[Cerpen Stripping] My Journey #2








Sebelumnya : Part One : Everything is Beautiful


Part Two


White is Always Beautiful



Putih sebetulnya bukan warna favoritku. Aku lebih menyukai warna biru langit. Biru terang yang sebiru-birunya. Seolah warna itu bisa melambungkan aku begitu tinggi menggapai arakan mega di langit. Dan di atas gumpalan-gumpalan mega itu aku akan menemukan pangeranku. Memegang harpa kecil dan menyanyikan lagu cinta untukku.

Senin, 30 November 2015

[Cerpen Stripping] My Journey #1








Part One


Everything is Beautiful



Huuuffft...

Kuhembuskan napas keras-keras sambil menghempaskan punggungku  ke sandaran kursi. Pening. Letih. Kurang tidur. Dan lain sebagainya. Semuanya bertumpuk jadi satu.
 

Kamis, 26 November 2015

[Cerbung] Ruang Ketiga #12







Episode sebelumnya :  Ruang Ketiga #11


* * *


Dua Belas


Entah sudah berapa lama Swandito tertidur. Yang jelas ia terjaga dengan perut terasa keroncongan. Ia menyipitkan mata ke arah jam dinding. Sudah pukul dua siang.

Lama juga aku tertidur...

Senin, 23 November 2015

[Cerbung] Ruang Ketiga #11







Episode sebelumnya :  Ruang Ketiga #10


* * *


Sebelas


Udara cerah Jogja sore hari menyambut Swandito ketika turun dari pesawat yang ditumpanginya dari Denpasar, menyambung perjalanannya dari Perth. Tapi semua itu sungguh berbanding terbalik dengan suasana hatinya. Deretan huruf dalam BBM yang kemarin dikirimkan Dahlia seolah terus bermain di depan matanya.

Kamis, 19 November 2015

[Cerbung] Ruang Ketiga #10








Episode sebelumnya :  Ruang Ketiga #9


* * *


Sepuluh


Dahlia berbaring berdampingan dengan Srikandi di ranjang besar itu. Tanpa sadar Dahlia mengulum senyum ketika membayangkan bahwa pastilah setiap ayah dan ibunya menempati ranjang itu bersama-sama, ayahnya akan menempati tiga per lima lebar ranjang itu, sementara ibunya hanya mendapat jatah sisanya.