Tampilkan postingan dengan label Fiksi Fantasi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Fiksi Fantasi. Tampilkan semua postingan

Jumat, 25 November 2016

[Fantasy] Empat Purnama Di Atas Catana








“Aku harus menyembunyikanmu,” ucap Laarsen tegas.

Franceo terdiam.

“Mora makin tak terkendali, dan aku harus menyembunyikanmu,” tegas Laarsen sekali lagi. “Ini perintah Raja, Franceo. Hingga detik ini aku masih rajamu, hingga nanti kau menggantikanku.”

Sabtu, 06 Juni 2015

[TELEPORTER] Great Grandparents To Be







“Anda akan menikah dengannya. Costas.”

Gendis tercenung menatap ke arah panggung.

“Saya cicit Anda.”

Gendis tersentak mendengar gemuruh suara tepuk tangan di sekelilingnya. Sekilas ia melirik ke kiri dan ke kanan sebelum turut memberikan tepuk tangannya pada peserta audisi terpilih. Costas.

Rabu, 22 April 2015

[TELEPORTER] Sara







“Dewangga?”

Achilla terbengong sejenak mendengar gumaman yang keluar dari bibir Sara. Bergantian ia melihat ke arah Dimitri dan Sara yang saling menatap nyaris tanpa berkedip.

“Ehem!”

Dimitri dan Sara sama-sama tersentak mendengar deheman Achilla. Keduanya terlihat salah tingkah dan berusaha untuk mengalihkan tatapan.

Rabu, 15 April 2015

[TELEPORTER] Dimensi Kedua







Pusat Prakiraan Cuaca sudah menyiarkan bahwa minggu ini Jakarta akan diguyur hujan ringan. Semua orang menyambutnya dengan riang. Hujan ringan memang selalu memberikan keceriaan. Guratan pelangi, angin sejuk, dan gulungan awan. Semua itu adalah pemandangan yang begitu ditunggu.

Dengan malas Dimitri menguap. Madeira sudah membuka tirai jendela kamar. Tak ada intipan sinar mentari. Yang ada hanya temaram di dalam ruangan. Dimitri menatap gulungan awan jauh di atas jendela kamar apartemennya yang berada di lantai 215. Sekali lagi dia menguap.

Rabu, 08 April 2015

[TELEPORTER] Hadiah Dari Masa Depan







Badai yang menggila di luar membuat Achilla gagal menikmati sore harinya di sebuah space tavern di Mega MetroMall. Terlalu riskan mengendarai space car-nya di tengah badai listrik tahunan seperti ini. Memakai teleporter? Bisa. Tapi apa asyiknya kemudian ngopi di tengah pemandangan badai di sekeliling space tavern?

Iseng, dipencetnya tombol nomor 1 pada superphone-nya. Beberapa detik kemudian sebuah hologram muncul. Sosok Dimitri terlihat mungil, tampak berada di depan meja kerjanya.

Rabu, 01 April 2015

[TELEPORTER] Replika Violin Stradivari







Alarm yang sudah berbunyi untuk kesekian kali akhirnya berhasil membangunkan Dimitri. Laki-laki itu langsung melotot begitu melihat ke arah jam digitalnya. 08.20. Sudah terlambat untuk berangkat ke konservatorium. Sepuluh menit lagi audisi akan dimulai. Dan reputasinya sebagai Violin Master yang super disiplin tampaknya harus rontok kali ini.

Dalam hati dia mengutuki keputusannya untuk menonaktifkan Madeira, robot android pengurus rumahnya, semalam. Semua pasti beres kalau Madeira aktif. Tapi tak ada lagi gunanya menyesal sekarang.

Rabu, 17 September 2014

[Cerpen] Perangkap Angin Dan Hujan





www.youtube.com


Mendengar pintu depan terbuka, Painah segera berlari kencang. Dilihatnya sebelah kaki Antares sudah menjejak lantai teras.

“Maaas!” teriaknya kencang. “Di luar anginnya kencang. Nanti Mas Ares sakit!”

Antares memutar badannya sejenak. Ditatapnya Painah dengan tajam, membuat Painah mundur dua langkah.

Selasa, 16 September 2014

[Fiksi Fantasi] Taman Embun Di Balik Cermin





http://heavy-stuff.com/embun/embun.html


Setiap aku menatap cermin, aku hanya bisa menatap kehampaan yang seolah tak berujung. Membelenggu setiap hariku yang sama hampanya dengan tatapanku yang terpantul di seberang sana.

Aku sudah hilang tanpa sisa ketika cairan panas itu melelehkan kulit wajahku tanpa ampun. Ketika menyadari jadi apa aku sekarang aku hanya bisa meraung hingga aku kelelahan. Tenggelam dalam kegilaan yang tak bisa kuhindari.

Kadang-kadang aku melihat bayangan Davin berlayar di cermin seolah mengejekku tanpa ampun. Aku ingin membunuhnya, sumpah! Dia yang membuat aku kehilangan wajah hanya dua minggu sebelum pernikahanku dengan Julian. Dan aku bukan hanya kehilangan wajah ketika air keras itu disiramkannya padaku, tapi juga Julian. Julianku kehilangan kendali atas motornya. Semuanya oleng di luar kendali dan truk itu menghantamnya dari depan tanpa ampun.