Saturday, March 23, 2019

[Cerita Serial] Pojok Kisah Duda Seksi – Perkenalkan, Aku Ken







Perkenalkan,
Aku Ken


“Mm.... Pa, aku ribut sama Dika kemarin sore,” bisik Ajeng.

Sebetulnya aku tak terkejut lagi. Semalam aku sudah mendapatkan laporan pandangan mata dari Wira, adikku. Tapi demi menimbulkan efek kartun nan dramatis, aku pura-pura terlonjak kaget.

Thursday, March 21, 2019

[Cerbung] Bias Renjana #8








Sebelumnya



* * *

Seusai sarapan yang sudah agak terlalu siang, James meluncurkan mobilnya ke kedai. Saat ini ia tak punya kegiatan lain. Jadi, ia tak perlu mengambil libur seperti Minarti. Lagipula pekerjaannya sama sekali tak berat. Hanya tinggal mengontrol ini-itu. Bahkan lebih banyak menganggurnya.

Monday, March 18, 2019

[Cerbung] Bias Renjana #7









Sebelumnya



* * *

Tiga


Menunggu Sandra menjanda?

James menggeleng tegas. Jangankan berpikir soal itu, membayangkannya pun ia sama sekali tak pernah. Kalaupun ia tampak seakan-akan tak lagi mau memalingkan hatinya kepada perempuan lain, itu karena ia hanya membiarkan kehidupannya mengalir begitu saja. Tidak ngoyo mencari pengganti Sandra.

Friday, March 15, 2019

[Cerbung] Bias Renjana #6









Sebelumnya



* * *



Sandra muncul di Kedai Kopi Om James menjelang pukul setengah lima, sore harinya. Saat Minarti berpamitan seusai mengantarkan makan siangnya, ia sempat meminta sedikit waktu senggang Minarti.

Monday, March 11, 2019

[Cerbung] Bias Renjana #5









Sebelumnya



* * *

Dua


Sandra bertopang dagu menatap layar monitornya. Saat ini, ruangan cukup luas tempatnya bekerja terasa sangat kosong dan sunyi. Hanya ada ia seorang di lantai dua kantor itu. Pekerjaannya hari ini sudah selesai. Luken dan Livi sedang berada di seberang, di Kedai Kopi Om James. Sedang menjamu seorang calon klien baru yang berasal dari Norwegia. Sebetulnya Luken tadi mengajaknya. Tapi ia mengelak. Beralasan harus menyelesaikan tugasnya. Luken pun tidak memaksa.

Thursday, March 7, 2019

[Cerbung] Bias Renjana #4









Sebelumnya



* * *



Pelan-pelan Sandra meletakkan kunci mobil di atas meja konsol. Angie mendahului langkahnya. Masuk ke kamar untuk berganti baju. Mereka berdua baru saja pulang dari menghadiri undangan pembukaan kedai kopi milik James. Untuk pertama kalinya keduanya ‘bersenang-senang’ setelah sekitar dua minggu lamanya kehilangan Riza.

Monday, March 4, 2019

[Cerbung] Bias Renjana #3









Sebelumnya



* * *


Bias Renjana

Satu


James menjatuhkan diri di kursi yang ada di sudut pantry. Umur memang tidak bisa bohong. Pada usianya yang sudah lewat dari setengah abad, tentu kebugarannya sudah jauh berkurang dibandingkan 10-20 tahun lalu.

Thursday, February 28, 2019

[Cerbung] Bias Renjana #2









Sebelumnya



* * *


Bias Resah


Banyak sekali yang melepas kepergian Riza hingga ke pemakaman. Keluarga besar kampus tempatnya mengajar, keluarga besar Coffee Storage, para kerabat dan tetangga, teman-teman Angie, dan masih banyak lagi. Di balik kesederhanaannya, terlihat sekali bahwa seorang Riza Hakim adalah seorang yang cukup besar namanya. Kepergiannya yang cukup tiba-tiba tentu saja membuat istri dan putri tunggalnya terpukul, para koleganya bersedih, dan banyak orang merasa kehilangan.

Monday, February 25, 2019

[Cerbung] Bias Renjana #1







Bias Rindu


Seluruh kerja kerasnya selama beberapa bulan belakangan ini seolah sudah terbayar sebagian. Hampir lunas. Dari area parkir kompleks ruko, James Sudianto menatap bakal kedai kopi yang diidamkannya.

Sunday, February 24, 2019

[Cerpen] Majalah Dinding







Senin pagi, seisi SMK Mitra Wiyata gempar. Pasalnya, ada sesuatu yang tak biasa menghiasi sudut kanan atas majalah dinding di seberang pintu lobi.

Ukuran majalah dinding dalam kotak kaca berkunci itu cukup besar. Panjangnya 2,5 meter, sedangkan lebarnya 1,5 meter. Terlihat sangat jelas dari arah pintu masuk.

Friday, February 22, 2019

[Cerbung] Sekeranjang Hujan #18 (Tamat)









Sebelumnya



* * *


Delapan Belas


“Kamu mau pindahan kapan?” tanya Pingkan sambil menutup pintu mobil.

“Nanti, setelah kita menikah,” jawab Maxi sembari menghidupkan mesin mobil. “Atau bisa juga beberapa hari sebelumnya.”

Wednesday, February 20, 2019

[Cerbung] Sekeranjang Hujan #17









Sebelumnya



* * *


Tujuh Belas


Acara serah terima jabatan yang dilakukan di aula Royal Interinusa Cikarang pada suatu hari Jumat itu akhirnya selesai juga. Andries menjabat tangan Maxi erat-erat, diiringi tepuk tangan dari jajaran petinggi Royal Interinusa Cikarang dan perwakilan dari Royal Interinusa Karawang.

Monday, February 18, 2019

[Cerbung] Sekeranjang Hujan #16-2









Sebelumnya



* * *



Mimpinya menyenangkan. Bermain sepuasnya di bawah sekeranjang besar hujan yang diguyurkan dari langit. Apalagi ada Maxi di sebelahnya. Tapi tiba-tiba saja halilintar menggelegar, dan Maxi menghilang. Membuat Pingkan terjaga seketika.

Friday, February 15, 2019

[Cerbung] Sekeranjang Hujan #16-1









Sebelumnya



* * *


Enam Belas


Setelah berpikir panjang, Maxi memutuskan untuk memakai mobil barunya untuk pergi ke rumah Pingkan. Apalagi sejak dini hari hujan kembali tercurah dari langit. Hanya berhenti saja selama beberapa jam semalam.

Wednesday, February 13, 2019

[Cerbung] Sekeranjang Hujan #15-2









Sebelumnya



* * *



Malam sudah menjelang larut. Di luar sana, hujan bagai tercurah dari langit. Pingkan berbaring di ranjangnya. Mengangkat tangan kirinya tinggi-tinggi. Berlian pada cincin yang tersisip pada jari manisnya tampak begitu gemerlap membiaskan aneka warna cahaya lampu.

Monday, February 11, 2019

[Cerbung] Sekeranjang Hujan #15-1









Sebelumnya



* * *



Lima Belas


Akhirnya ada satu lagi episode yang selesai ...

Maxi menghela napas panjang. Menatap dirinya melalui pantulan cermin. Langit di luar sana masih gelap, tapi ia sudah rapi dalam balutan setelan jas berwarna biru gelap, melapisi kemeja lengan panjang biru mudanya. Dasinya yang berwarna serasi pun sudah terpasang rapi. Hari ini, ia akan diwisuda. Seolah mengulangi lagi momen yang nyaris sama sekitar dua tahun lalu.

Friday, February 8, 2019

[Cerbung] Sekeranjang Hujan #14-2









Sebelumnya



* * *



Keesokan sorenya, lewat sedikit dari pukul enam, Maxi sudah menunggu di depan indekosnya ketika Pingkan datang menjemput. Pada detik ketika Pingkan keluar dari mobil, Maxi mendapati bahwa kerinduan dalam hatinya sudah tak tertahankan lagi. Ia segera meraih Pingkan ke dalam pelukannya. Memberi kecupan hangat di puncak kepala gadis itu. Tak peduli dari balik kaca gelap mobil Pingkan ada yang menatap kejadian itu sambil mengulas senyum.

Wednesday, February 6, 2019

[Cerbung] Sekeranjang Hujan #14-1










Sebelumnya



* * *


Empat Belas


“Apakah aku terlalu banyak membebanimu?”

Maxi mengangkat wajahnya. Menatap Andries yang duduk di kursi direktur, di seberang meja.

Monday, February 4, 2019

[Cerbung] Sekeranjang Hujan #13-4









Sebelumnya



* * *



“Kamu nggak balesin WA-ku,” gumam Pingkan, nyaris tanpa suara.

Maxi yang baru saja muncul dengan wajah sedikit lebih segar setelah selesai mandi lagi tampak terhenyak. Pelan, ia duduk dan bersandar di sofa.

Sunday, February 3, 2019

[Cerbung] Sekeranjang Hujan #13-3









Sebelumnya



* * *



Hingga lewat dari pukul sembilan pagi, pesan yang dikirimkannya belum dibaca, apalagi dibalas Maxi. Dengan perasaan resah, Pingkan pun memutuskan untuk mendatangi Maxi di rumahnya.