Rabu, 17 Oktober 2018

[Cerbung] Portal Triangulum #1










* * *


Satu


Satu demi satu utusan dari koloni yang tergabung dalam Federasi Galaksi Andromeda memasuki ruangan besar itu. Mereka duduk di tempat masing-masing. Mengelilingi sebuah meja besar terbuat dari batu granit utuh dan masif yang dipahat dengan alat khusus berteknologi tinggi. Kursi yang melengkapi meja itu berbahan titanium yang dilapisi bantalan tipis berwarna putih berisi udara.

Senin, 15 Oktober 2018

[Cerbung] Portal Triangulum - Prolog










Prolog


“Profesor Sverlin menemukan portal baru di tenggara Portal Andromeda!”

Teriakan dari arah pintu itu membuyarkan konsentrasi Kana. Ia menoleh sekilas. Ruang tempatnya bekerja dalam sekejap nyaris kosong. Tiga perempat penghuninya sudah berpindah ke ruang sebelah. Ruang Profesor Sverlin beserta stafnya. Sejujurnya, ia juga ingin bergabung ke sana. Sayangnya...

Senin, 08 Oktober 2018

[Cerbung] Perangkap Dua Masa #14 (Tamat)







Sebelumnya



* * *


Empat Belas


Ingrid sedang asyik membantu ibunya merapikan rumpun-rumpun mawar di taman depan rumah Senin sore itu. Langit sudah biru tua, bahkan lampu taman pun sudah menyala. Baru saja selesai menggulung selang yang digunakan untuk menyiram semua tanaman, sebuah skutik bongsor meluncur masuk ke carport.

Jumat, 05 Oktober 2018

[Cerbung] Perangkap Dua Masa #13-2









Sebelumnya



* * *



Ernest sudah ada di rumah ketika Ingrid pulang dari makan bakso bersama Endra. Pada detik itu, mau tak mau, ingatannya melayang pada Bimbim.

Rabu, 03 Oktober 2018

[Cerbung] Perangkap Dua Masa #13-1









Sebelumnya



* * *


Tiga Belas


Bimbim sudah meraih helmnya, hendak meninggalkan kantor Erbim Food. Tapi mendadak saja langkahnya terhenti beberapa langkah dari ambang pintu. Dari balik partisi one way yang menggantikan kaca jendela, ia bisa melihat ke arah luar dengan jelas. Ke arah kedai bakso Cak Blek yang memang menumpang di garasi, carport, dan sebagian teras kantor Erbim Food.

[Cerpen] Pelet







Sudah bulat tekad Tarno Paijo untuk secepatnya mendapatkan pendamping hidup. Selama ini ia sudah berusaha mati-matian untuk menggapai mimpinya berumah tangga. Mulai dari perawan tingting sampai ibu-ibu ranum bersuami ia coba dekati. Berhasil? Lha, kalau berhasil, masa sampai detik ini ia masih jomlo dengan keinginan meluap?

Selasa, 02 Oktober 2018

[Cerbung] Perangkap Dua Masa #12-5









Sebelumnya



* * *



Wajah Ingrid tak secerah biasanya. Semendung langit di atas yang tengah mencucurkan rintik hujan. Endra seutuhnya menyadari perubahan itu. Ingrid yang biasanya cukup ceriwis, kali ini lebih banyak diam. Maka, dengan nada sangat hati-hati, ia bertanya sambil terus mengemudikan mobilnya.

Senin, 01 Oktober 2018

[Cerbung] Perangkap Dua Masa #12-4









Sebelumnya



* * *



Kesempatan jarang datang untuk kedua kalinya. Tapi sepertinya pintu masih terbuka lebar untuknya. Itu yang membuat Ken pantang mundur untuk memperjuangkan hubungannya dengan Ingrid. Setidaknya, ia perlu mengungkapkan perasaan hatinya terhadap Ingrid. Yang membuatnya kembali bersemangat, adalah ‘bocoran’ yang didapatnya dari Lulu, bahwa Ingrid secara resmi masih jomlo.

Minggu, 30 September 2018

[Cerbung] Perangkap Dua Masa #12-3









Sebelumnya



* * *



‘Mas Bim, aku sudah jadian sama Mas Endra.’

Berkali-kali Bimbim menatap layar ponsel, berharap agar kalimat itu berubah, tapi berkali-kali pula ia harus menelan kekecewaan. Pesan yang dikirimkan Ingrid dini hari tadi dan baru saja beberapa menit lalu dibukanya itu tetap terbaca sama. Bimbim menghela napas panjang. Mengurai rasa sesak dalam dada. Menguap selebar-lebarnya untuk menyambut pagi barunya hari itu.

Sabtu, 29 September 2018

[Cerbung] Perangkap Dua Masa #12-2









Sebelumnya



* * *



Dari balik kaca gelap mobilnya yang parkir di tepi taman, tepat menghadap ke arah jalan menuju rumah Ingrid, Ken bisa melihat keadaan di luar mobil dengan sangat jelas. Apalagi lampu jalan di pertigaan itu terang benderang. Juga ketika sebuah mobil yang sudah diingatnya betul bentuk dan jenisnya, mengurangi kecepatan saat hendak berbelok masuk ke jalan. Itu mobil Syailendra Norman seperti yang dilihat dan dibuntutinya beberapa hari lalu.

Jumat, 28 September 2018

[Cerbung] Perangkap Dua Masa #12-1









Sebelumnya



* * *


Dua Belas


Janjinya, Endra akan menjemput Ingrid pukul tujuh sore. Hendak wisata kuliner dulu sebelum menonton film. Oleh karenanya, pada pukul lima sebelum mandi, Ingrid asyik berguling-guling dengan Ciprut dan Badut di atas rumput halaman belakang. Dua ekor herder bersaudara kesayangan Ingrid itu tampak riang bercanda dengan nona muda mereka. Sayangnya, Lami datang mengganggu keasyikan itu.

Rabu, 26 September 2018

[Cerbung] Perangkap Dua Masa #11-2









Sebelumnya



* * *



“Ngomong-ngomong, Sabtu besok ini kamu mau nonton di mana, In?” Endra menoleh sekilas sambil tetap mengendalikan laju mobilnya.

“Gimana kalau di CineNine?” Ingrid menoleh, menatap Endra.

“Boleh.... Boleh...,” Endra manggut-manggut. “Habis ini coba aku pesankan tiketnya.”

Selasa, 25 September 2018

[Cerbung] Perangkap Dua Masa #11-1









Sebelumnya



* * *


Sebelas


Rapat dengan para manajer Mediserve berjalan dengan lancar. Tepat pukul setengah empat, Endra mengakhiri rapat itu. Dengan langkah cepat ia kemudian kembali ke ruang kerjanya. Sambil duduk, ia mengaktifkan kembali notifikasi ponselnya. Baru saja hendak meletakkannya ke atas meja, benda itu berbunyi pendek. Notifikasi WhatsApp. Endra pun segera membukanya. Pesan dari Erwin.

Senin, 24 September 2018

[Cerbung] Perangkap Dua Masa #10-4









Sebelumnya



* * *



Sudah menjelang pukul satu siang ketika Ingrid dan Bimbim sampai di Depok. Untungnya, urusan Bimbim sudah terjadwal, jadi bisa diselesaikan saat itu juga. Sambil menunggu Bimbim, Ingrid duduk manis di salah satu sofa empuk yang ada di lobi kantor pengembang kawasan kuliner itu. Suasana sejuk membuat Ingrid bisa berselancar dengan nyaman di dunia maya melalui ponselnya.

Minggu, 23 September 2018

[Cerpen] Tiga Keping Hati







(Keping Hati Marsya)

Ibu mau mengajak Bude Kin tinggal di sini? Yang benar saja! Apakah Ibu tak tahu kalau Bude Kin itu penyeret suasana neraka setiap kali datang ke sini? Ke rumah mungil ini? Ada saja yang tidak benar di matanya. Terutama aku. Ya, aku!
   

Jumat, 21 September 2018

[Cerbung] Perangkap Dua Masa #10-3









Sebelumnya



* * *



“Mas, aku ke perpustakaan dulu, nggak apa-apa?” tanya Ingrid begitu membuka pintu mobil.

Bimbim buru-buru menegakkan sandaran jok dan bersiap kembali mengemudi.

“Ayo, saja, In,” jawabnya.

Kamis, 20 September 2018

[Cerbung] Perangkap Dua Masa #10-2









Sebelumnya



* * *



“Jadi... Gimana kamu dengan Ken?”

Ingrid hampir saja tersedak teh lemon hangat yang disesapnya. Matanya bulat menatap Bimbim. Pemuda itu balik menatapnya. Mengirimkan senyum manis tanpa dosa. Ingrid menarik napas cukup panjang sebelum menjawab.

Rabu, 19 September 2018

[Cerbung] Perangkap Dua Masa #10-1









Sebelumnya



* * *


Sepuluh


Belum lagi mobil mungil Ingrid melewati pintu pagar, sebuah skutik bongsor menghalangi lajunya. Ingrid buru-buru menginjak pedal rem dan membuka jendela kanan depan. Bimbim membuka visor helmnya.

Selasa, 18 September 2018

[Cerbung] Perangkap Dua Masa #9-2








Sebelumnya



* * *


‘Mas Bim, sudah sampai rumah lagi?’

Untuk kesekian kalinya Ingrid menatap layar ponsel, laman aplikasi WhatsApp-nya, dan sederet kalimat itu. Sudah hampir tengah malam, tapi pesan yang dikirimkannya sejak pukul sepuluh tadi belum juga dijawab. Pelan, Ingrid merebahkan tubuhnya di ranjang.

Senin, 17 September 2018

[Cerbung] Perangkap Dua Masa #9-1









Sebelumnya



* * *


Sembilan


Mas Ken?

Ingrid masih terbengong-bengong. Pesan yang masuk ke ponselnya itu belum dibalasnya. Niat ada, tapi saat memegang ponselnya untuk mencoba membalas pesan itu, seketika perbendaharaan katanya menguap. Dengan kesal, ia menghempaskan diri ke ranjang.