Kamis, 14 Mei 2015

[Cerbung] Rinai Renjana Ungu #5





Kisah sebelumnya : Rinai Renjana Ungu #4


* * *




“Kamu jadi pulang?”

“Ya, Ma, langsung dari kantor.”

“Jangan terlalu malam ya?”

“Enggak, aku mau cabut jam 3.”

Rabu, 13 Mei 2015

[Cerpen Stripping] When Will You Marry Me? #2








* * *

Will you marry me, Grace?”

Gracia menatap jutaan bintang yang tak hentinya bergantian berkelip dalam mata Erid. Gema suara lembut Erid seolah berdentam menghantam gendang telinganya. Menimbulkan rasa nyeri luar biasa yang merambat hingga ke hatinya.


Selasa, 12 Mei 2015

[Cerpen Stripping] When Will You Marry Me? #1








Pesta ulang tahun itu sudah usai. Semua kekacauan kecil yang ditimbulkan oleh pesta itu sudah tak ada lagi bekasnya. Sisa kue tart sudah aman di dalam kulkas. Seisi rumah sudah rapi kembali. Dan Gracia pun menyeruput se-mug coklat hangatnya dengan nikmat.

“Belum tidur, Mbak?”

Kaget, Gracia menengok ke arah pintu dapur. Vita menghadiahinya seulas senyum. Gracia membalasnya dengan tulus.

Senin, 11 Mei 2015

[Cerbung] Rinai Renjana Ungu #4






Kisah sebelumnya : Rinai Renjana Ungu #3


* * *


Hujan deras selalu membuat hati Lea was-was. Apalagi langit sudah gelap, dan Steve belum juga pulang. Lea menghela napas panjang.

Curahan hujan dari langit selalu menyentuh tepian trauma yang diam-diam disimpannya. Tentang sebuah kabar kelam. Ketika Piet dikabarkan mengalami kecelakaan mobil di tengah derasnya hujan. Dalam perjalanan pulang dari kantor Bogor. Dan nyawanya tak bisa diselamatkan.

Sabtu, 09 Mei 2015

[Cerbung] Rinai Renjana Ungu #3




Kisah sebelumnya : Rinai Renjana Ungu #2

* * *


Anna membereskan alat-alat yang baru saja selesai dipakai Jemmy. Jemmy meneguk kopi panasnya dengan nikmat.

“Lusa aku libur ah, An,” ucap Jemmy.   

“Lho, yang udah terlanjur bikin janji gimana dong, Bang?” Anna menoleh sekilas.

“Aku udah hubungin Shana. Dia mau gantiin aku.”

“Ooo...”

“Ikut yuk, An!”

Kamis, 07 Mei 2015

[Cerbung] Rinai Renjana Ungu #2





Kisah sebelumnya : Rinai Renjana Ungu #1


* * *

Pelan-pelan Steve mengemudikan mobilnya. GPS di dashboard sudah dimatikannya sejak tadi. Entah kenapa suara pemandu di GPS itu selalu membuatnya pusing sendiri. Daripada konsentrasi mengemudinya pecah dan bisa berakhir dengan celaka, lebih baik dimatikannya saja perangkat itu. Dia lebih mengandalkan GPS yang ada di ponselnya walaupun konsekuensinya dia harus berkali-kali menepikan mobil dan berhenti sejenak untuk memeriksa ulang rutenya.

Senin, 04 Mei 2015

[Cerbung] Rinai Renjana Ungu #1






Denting bel pintu membuat Anna mengangkat wajahnya. Seorang laki-laki bertubuh tinggi tegap melangkah masuk. Sekilas Anna melihat Tikno dan Suri sedang sibuk melayani pelanggan yang sudah datang lebih dulu. Anna pun memutuskan untuk meninggalkan mejanya.

“Selamat siang, Pak. Ada yang bisa dibantu?” sapanya ramah.

Rabu, 29 April 2015

[Cerpen] Eyang







(Novia)

Belum lagi gema suara Papa hilang, aku sudah tak sanggup lagi menahan debar-debar tak teratur yang mendadak muncul dalam dadaku. Eyang Kakung akan tinggal di sini? Di rumah ini? Aku hanya sanggup terhenyak. Ketika tanpa sengaja kutatap Mama, wajah Mama tak menampakkan perubahan apa-apa. Tetap tenang dan teduh seperti biasanya.

“Mungkin kenyamananmu akan berkurang, Vi...”

Aku tersentak mendengar suara Papa. Kutatap laki-laki itu.

Rabu, 22 April 2015

[TELEPORTER] Sara







“Dewangga?”

Achilla terbengong sejenak mendengar gumaman yang keluar dari bibir Sara. Bergantian ia melihat ke arah Dimitri dan Sara yang saling menatap nyaris tanpa berkedip.

“Ehem!”

Dimitri dan Sara sama-sama tersentak mendengar deheman Achilla. Keduanya terlihat salah tingkah dan berusaha untuk mengalihkan tatapan.

Selasa, 21 April 2015

[FA] Keinginan Rimo





Sudah lama Rimo menginginkan Kiji untuk menjadi santapannya. Rimo adalah seekor harimau besar yang sangat galak. Sedangkan Kiji adalah kijang yang paling lincah dan gesit yang hidup di sekitar telaga di dalam hutan.

Selama ini belum  pernah ada seekor pemangsa pun yang berhasil menangkap Kiji. Rimo jadi penasaran. Ah, masak cuma seekor kijang saja tak bisa kukalahkan? pikirnya.

Rabu, 15 April 2015

[TELEPORTER] Dimensi Kedua







Pusat Prakiraan Cuaca sudah menyiarkan bahwa minggu ini Jakarta akan diguyur hujan ringan. Semua orang menyambutnya dengan riang. Hujan ringan memang selalu memberikan keceriaan. Guratan pelangi, angin sejuk, dan gulungan awan. Semua itu adalah pemandangan yang begitu ditunggu.

Dengan malas Dimitri menguap. Madeira sudah membuka tirai jendela kamar. Tak ada intipan sinar mentari. Yang ada hanya temaram di dalam ruangan. Dimitri menatap gulungan awan jauh di atas jendela kamar apartemennya yang berada di lantai 215. Sekali lagi dia menguap.

Selasa, 14 April 2015

[FA] Kisah Dua Botol





Di sudut sebuah dapur, berdirilah sebuah botol kecil. Sudah lama ia berdiri sendirian di sana. Dari sudut itu, Botol Kecil dapat mengamati kejadian sehari-hari di dapur.

Pada pagi hari, ia dapat melihat pemilik rumah sibuk menyiapkan sarapan. Menjelang siang, ganti seorang asisten rumah tangga yang sibuk memasak untuk makan siang dan malam. Dan pada malam hari, ia dapat melihat Boli si kucing belang mengejar-ngejar segerombolan tikus bandel.

Jumat, 10 April 2015

[Cerpen] "Diaz, Aku Hamil..."





Begitu aku turun dari mobil, Tyas segera menyeretku masuk ke kamar, kemudian menguncinya baik-baik. Aku menatapnya, bertanya, tapi yang kutemui hanya wajah yang pias dan mata seolah bendungan airmata yang siap runtuh.

“Ada apa, Ma?” tanyaku, akhirnya.

Tyas tak menjawab, hanya menghambur begitu saja padaku. Ia memelukku erat dan menumpahkan tangisnya di dadaku. Aku hanya bisa balas memeluknya sembari menumpuk tanya dalam hati. Kubiarkan ia menuntaskan tangisnya sampai puas. Ketika saat itu tiba, ia pun mengucap di sela-sela sisa isaknya. Terbata-bata.

Rabu, 08 April 2015

[TELEPORTER] Hadiah Dari Masa Depan







Badai yang menggila di luar membuat Achilla gagal menikmati sore harinya di sebuah space tavern di Mega MetroMall. Terlalu riskan mengendarai space car-nya di tengah badai listrik tahunan seperti ini. Memakai teleporter? Bisa. Tapi apa asyiknya kemudian ngopi di tengah pemandangan badai di sekeliling space tavern?

Iseng, dipencetnya tombol nomor 1 pada superphone-nya. Beberapa detik kemudian sebuah hologram muncul. Sosok Dimitri terlihat mungil, tampak berada di depan meja kerjanya.

Rabu, 01 April 2015

[TELEPORTER] Replika Violin Stradivari







Alarm yang sudah berbunyi untuk kesekian kali akhirnya berhasil membangunkan Dimitri. Laki-laki itu langsung melotot begitu melihat ke arah jam digitalnya. 08.20. Sudah terlambat untuk berangkat ke konservatorium. Sepuluh menit lagi audisi akan dimulai. Dan reputasinya sebagai Violin Master yang super disiplin tampaknya harus rontok kali ini.

Dalam hati dia mengutuki keputusannya untuk menonaktifkan Madeira, robot android pengurus rumahnya, semalam. Semua pasti beres kalau Madeira aktif. Tapi tak ada lagi gunanya menyesal sekarang.

Jumat, 20 Maret 2015

[Novelet] Garis Hitam Darah Biru









Satu


Kata-kata Eyang Murti adalah titah. Titah ratu yang sama sekali tak boleh dibantah. Seolah jadi aib dan dosa besar bagi siapa pun yang mengingkarinya. Feodalisme yang sama sekali tak masuk akal, tapi masih juga terjadi. Sungguh menyedihkan…

Seruni pusing sekali memikirkannya. Hubungannya dengan Hazel sudah mencapai taraf sangat serius. Dalam setiap acara di keluarga besar Hazel, Seruni selalu diperkenalkan sebagai ‘calonnya Hazel’.

Tapi sekarang? Dibacanya sekali lagi SMS singkat dari ayahnya. Dia sudah hapal luar kepala.

Rabu, 18 Maret 2015

[Cerpen] Omah Gethuk






bkpd.jabarprov.go.id

Bagaimana rasanya menyimpan harapan hingga bertahun-tahun lamanya? Harapan untuk kembali bertemu dengan cinta pertamaku. Sebuah rasa yang kupupuk dan kupelihara tanpa mengenal jeda. Hanya satu yang tersisa sebagai penanda kehadiranku yang samar dalam dirinya. Milikku yang paling berharga. Omah Gethuk.


Selasa, 17 Maret 2015

[Cerpen] Riding, Right Time









“Jadi, kapan aku boleh belajar motor?”

Shania menatap perjaka kecilnya. Di matanya, wajah polos yang dua bulan lalu usianya genap 11 tahun itu masihlah wajah bayi lucu yang sama sekali belum pantas mengendarai motor.

Minggu, 08 Maret 2015

[Cerpen] Second Puberty





www.oriflame.co.id


Prolog


Cissy (nyengir) : “Hm... Laki-laki itu pelanggan depotku. Nggak seganteng Eric, tapi entahlah! Dia... berkharisma. Sukaaa banget lihatnya! Aku rasa aku lagi puber kedua.”

Alexia (muram) : “Akhir-akhir ini Sammy lebih sibuk dengan gadgetnya. Ada kalanya dia mojok di teras sambil asyik chatting. Entah dengan siapa. Kayaknya dia mulai puber kedua.”

Rabu, 04 Maret 2015

[Cerpen] Pecel Lele Mbokdhe Sarini







Kalau teman-temannya banyak yang menjatuhkan hatinya pada berbagai varian mie instan sebagai menu kepepet, maka Tara lebih memilih mengangkat ponsel dan memesan pecel lele Mbokdhe Sarini yang buka di ujung blok. Paling lama setengah jam, pesanan akan diantar oleh salah seorang anak buah Mbokdhe Sarini.

Seporsi nasi pulen yang masih panas mengepul, seekor lele goreng atau bakar yang baunya merangsang selera, sepotong tahu atau tempe goreng, setumpuk lalapan mentimun-selada-kol-kemangi, dan sebungkus sambal yang selalu bisa menggoyang lidah. Hm... Lewat sudah mie instan yang diklaim paling enak sekalipun!