Senin, 29 Mei 2017

[Cerbung] Caramel Flan for Ronan #11

Sebelas


Sasya membelalakkan mata ketika melihat siapa yang membuka pintu pagar untuknya Jumat malam menjelang pukul sepuluh itu. Ia buru-buru melajukan skuternya ke garasi sebelum parkir dan membuka helmnya. Dipeluknya laki-laki itu dari belakang ketika tengah mengunci pintu garasi.

“Aku kangeeen!” serunya meriah.

Kamis, 25 Mei 2017

[Cerbung] Caramel Flan for Ronan #10

Sepuluh


Anak-anak itu...

Sasya menyadarkan punggungnya di sofa teras.

Seharusnya hidup nyaman di tengah kehangatan kasih orang tua. Tapi nyatanya...

Gadis itu menghela napas panjang.

Senin, 22 Mei 2017

[Cerbung] Caramel Flan for Ronan #9

Sembilan


Untuk kedua kalinya Sasya menyambangi panti asuhan ini. Pertama kalinya adalah ketika ia menemani Yuliani untuk survey tiga minggu lalu. Dan berikutnya adalah sekarang, ramai-ramai bersama rombongan bakti sosial.

Minggu, 21 Mei 2017

[Bukan Fiksi] Mengenal Fitur 'Pratinjau' Dan 'Atur Jadwal Tayang' Di Blogspot





Beberapa kali saya mengunggah screenshot penampakan tayangan fiksi saya (yang belum waktunya tayang di blog) di fb sebagai teaser alias iming-iming doang. Ada pembaca yang bingung. Lho, kok bisa? Iya, bisa. Itu karena ada fitur "PRATINJAU" di blogspot. Saya tidak tahu apakah di platform blog yang lain ada, tapi yang jelas di blogspot ada. Fitur itu yang saya pakai untuk melihat penampakan tayangan yang belum akan tertayang tapi sudah terjadwal.

Kamis, 18 Mei 2017

[Cerbung] Caramel Flan for Ronan #8

Delapan


“Pak Ronan, jadi tukar jadwal, gak?”

Ronan mengalihkan tatapan dari sebundel proposal yang tengah dibacanya. Inna duduk di depannya, dibatasi meja. Menatapnya penuh harap.

“Ya,” angguk Ronan.

Selasa, 16 Mei 2017

[Bukan Fiksi] Secuil Cerita Di Balik "Caramel Flan for Ronan"





Menjelang selesai menulis "Affogato" (yang ternyata kepanjangan dan belum 'tamat' itu), saya sudah binun mau nulis apa lagi buat ngisi blog ini. Ide sudah mentok. Sementara mau langsung bablas lanjutin "Affogato" kok mblenger alias eneg. Butuh penyegaran. Butuh sesuatu yang ringan-ringan saja.

Senin, 15 Mei 2017

[Cerbung] Caramel Flan for Ronan #7

Tujuh


Begitu Sasya melangkah masuk ke garasi setelah selesai mencuci motornya di carport, tercium olehnya aroma khas karamel yang begitu wangi dan selalu menimbulkan sensasi yang menyenangkan dalam hatinya. Ia segera menghampiri dapur dan mendapati Fritz tengah sibuk menuangkan karamel yang masih mengepul ke dalam dua puluh mangkuk aluminium kecil yang dijajar rapi dalam dua baris memanjang di atas island. Gadis itu kemudian duduk di seberang Fritz.

Kamis, 11 Mei 2017

[Cerbung] Caramel Flan for Ronan #6

Enam


Dengan lesu Ronan mengarahkan tatapannya ke jam digital di dashboard city car-nya. Dua menit sebelum pukul delapan. Ia baru saja selesai mengajar matrikulasi di kelas sore yang dimulai pukul enam. Ia ragu sejenak. Antara pulang ke apartemen atau pulang ke rumah seperti biasanya saat Jumat malam.

Senin, 08 Mei 2017

[Cerbung] Caramel Flan for Ronan #5

Lima


Ada hari selain akhir pekan saat Sasya tidak ada jadwal kuliah, yaitu hari Rabu dan Jumat. Pada saat itulah tugasnya berubah. Tidak duduk di belakang meja mempelajari manajemen EuropeSky, tapi bertransformasi menjadi seorang pramusaji.

Kamis, 04 Mei 2017

[Cerbung] Caramel Flan for Ronan #4

Empat


Aturan pertama, berpenampilanlah yang pantas.

Seketika Sasya mengamininya. Ia kini bukan lagi anak kuliahan ‘biasa’. Di sela-sela waktu kuliah matrikulasi yang akan segera dimulai, ia harus mulai magang di EuropeSky. Meskipun tidak ada aturan baku soal ‘penampilan yang pantas’ itu, setidaknya bukan lagi blus atau kemeja dengan celana jeans dan sneakers. Imbasnya adalah muncul aturan kedua.

Senin, 01 Mei 2017

[Cerbung] Caramel Flan for Ronan #3

Tiga


Menjelang pukul sepuluh pada hari Minggu pagi, di bangku beton di bawah keteduhan pohon di area depan gereja, Sasya dan Olin asyik menikmati masing-masing satu kotak dimsum yang mereka beli di kedai sebelah. Keduanya sedang menunggu para orang tua yang masih ada pertemuan sie sosial gereja seusai misa. Ketika tengah bercakap dan bercanda, tiba-tiba Sasya ingat siapa yang datang ke rumahnya kemarin sore menjelang malam.