Kamis, 28 September 2017

[Cerbung] Rahasia Enam Hati #8








Sebelumnya



* * *


Delapan


Rangkaian denting lirih nan merdu yang berasal dari ponsel di atas meja itu membuyarkan konsentrasi Sisi dalam memelototi layar laptop. Belum lama ia membuka laman akun Instagramnya. Mencoba mengintip sosok @sandermichael_prabandaru yang baru saja dikenalnya di ujung petang tadi. Dengan setengah hati, ia meraih ponselnya, menjawab panggilan telepon itu.

Senin, 25 September 2017

[Cerbung] Rahasia Enam Hati #7










* * *


Tujuh


Sander masih termenung-menung di dalam apartemennya. Rasanya sulit sekali percaya bahwa ‘hal itu’ telah terjadi. Begitu saja! Sander mengerjapkan mata. Perkenalannya dengan Xixi – atau Sisi – Adiatma. Senyum manis dan suara lembut gadis boneka porselen itu masih juga melingkar-lingkar di depan mata dan di dalam benaknya.

Jumat, 22 September 2017

[Cerbung] Rahasia Enam Hati #6







Sebelumnya



* * *


Enam


Dengan santai Sisi membelokkan mobil mungilnya masuk ke area parkir sebuah resto terkenal di daerah Kemang, EuropeSky. Pukul enam sore ini, ia ada janji untuk bertemu dengan Dion dan kekasihnya. Diam-diam Sisi tersenyum simpul dalam hati. ‘Kedudukannya’ di geng memang sangat strategis. Sebagai satu-satunya cewek, ia punya hak penuh untuk berkenalan lebih dulu dengan para kekasih sahabat-sahabatnya. Termasuk kali ini, saat Dion hendak ‘membawa masuk’ seorang kekasih yang usianya jauh di atas mereka.

Rabu, 20 September 2017

[Cerbung] Rahasia Enam Hati #5







Sebelumnya



* * *


Lima


Dengan ringan Erlanda mengecup kening Prisca ketika perempuan itu berpamitan hendak berbelanja ke pasar terdekat dengan ART mereka. Kebiasaan Prisca setiap Sabtu pagi. Sepeninggal Prisca dan Munah, Erlanda keluar ke teras belakang. Dengan santai ia membaringkan tubuhnya di atas sebuah kursi malas di sudut teras.

Senin, 18 September 2017

[Cerbung] Rahasia Enam Hati #4










* * *


Empat


Himawan yang tengah mencuci mobilnya sepulang dari bermain tenis menyambut kedatangan tiga orang gadis cantik yang keluar dari dalam sebuah city car. Ketiga gadis itu menyapanya dengan santun tapi tetap terlihat akrab. Ada berbagai tentengan yang mereka bawa.

Senin, 11 September 2017

[Cerbung] Rahasia Enam Hati #3








Sebelumnya


* * *


Tiga


Melihat gelagat Sander yang adem-ayem saja sepulang mereka dari bertemu keluarga Edwin, Erlanda pesimis misinya akan berhasil. Sejak awal Prisca memang sudah mengingatkan bahwa kemungkinan berhasil dan gagal mereka adalah 50:50. Dan melihat sikap Sander, kemungkinan itu bergeser menjadi lebih dari 50% gagal.

Kamis, 07 September 2017

[Cerbung] Rahasia Enam Hati #2

* * *


Dua


Orang tuanya kembali ke Jakarta setelah ayahnya purna tugas di Surabaya, tentu saja Sander merasa senang. Walaupun tak lagi serumah karena ia sudah memiliki apartemen sendiri, tetap saja ada rasa ‘tidak lagi sendirian’.

Tapi...

Senin, 04 September 2017

[Cerbung] Rahasia Enam Hati #1









Satu


Mobil boks berisi seribu terrarium mini itu sudah meluncur pergi. Sisi menghela napas lega. Setidaknya satu lagi pekerjaannya sudah beres pada pukul sepuluh pagi ini. Tapi ketika ingat bahwa masih ada antrean pesanan lain di belakang punggungnya, ia tahu bahwa ia tidak lagi bisa bersantai.

Senin, 28 Agustus 2017

[Cerpen] Proposal







Gulungan mendung abu-abu tua yang menggantung di langit sedari pagi akhirnya mulai merinaikan rintiknya. Alisa menoleh sekilas ke luar jendela, sekaligus ke arah jam dinding yang tergantung di atas pintu. Menjelang pukul satu siang. Ia pun memutuskan untuk menyudahi pekerjaannya. Hanya menyiapkan berbagai guntingan kertas origami warna-warni aneka bentuk untuk kegiatan “Menempel” esok hari.

Kamis, 24 Agustus 2017

[Cerbung] Infinity - Epilog










* * *


Epilog


Bunyi dan getar lembut alarm ponsel membuat Olivia terjaga. Sambil mengerjapkan mata ia meraba ke samping dan mendapati area sebelahnya kosong. Ia segera meloncat bangun dan berjalan setengah terhuyung menuju ke kamar sebelah melalui pintu tembusan yang tak pernah tertutup.

Senin, 21 Agustus 2017

[Cerbung] Infinity #17



Tujuh Belas


Luken menatap pantulan dirinya di cermin. Menegakkan badan. Berusaha menjadi Luken seperti biasanya. Luken yang optimis, tegar, ceria, dan bersemangat. Seandainya memang jawabannya tidak, ia ingin memastikan bahwa Olivia akan berada di tangan yang tepat.

Kamis, 17 Agustus 2017

[Cerbung] Infinity #16










* * *


Enam Belas


Jumat pagi, Olivia berdandan cantik lagi. Ia mengenakan salah satu gaun batik yang dibelikan Arlena beberapa waktu lalu. Dipilihnya yang bermotif parang berwarna putih-coklat. Terlihat klasik dan elegan. Sesuai betul dengan gayanya. Dilengkapinya penampilan itu dengan seuntai kalung etnik terbuat dari batok kelapa. Sengaja ia memilih wedges dari bahan karung goni dengan aksen tali rami yang terlihat sederhana tapi sangat cantik. Satu setel dengan hobo bag yang terbuat dari bahan sama dengan sepatunya. Rambutnya dikepang rapi, dan wajahnya terias lengkap dalam nuansa natural. Pagi ini ia mengganti giwang yang biasa dipakainya dengan giwang panjang berbentuk bunga rumput yang dibelikan Prima. Tak lupa ia menyelipkan sebuah bungkusan ke dalam tas laptop.

Senin, 14 Agustus 2017

[Cerbung] Infinity #15



Lima Belas


Sekilas Olivia menatap jam dinding di seberang mejanya. Masih pukul tujuh kurang delapan menit. Lantai atas masih sepi. Sandra belum datang. Apalagi Luken. Ia memang agak ngebut tadi. Dengan cekatan ia menata semua peralatan kerjanya di atas meja, kemudian duduk, menyalakan laptop, dan asyik dengan ponselnya.

Kamis, 10 Agustus 2017

[Cerbung] Infinity #14



Empat Belas


Senin pagi buta, Olivia sudah sibuk di dapur untuk membuat sarapan. Carmela membantunya mengocok dan mendadar telur. Maxi muncul saat Olivia asyik mengaduk nasi goreng di atas penggorengan. Pemuda itu membuat tiga cangkir kopi, semug teh hijau hangat, dan segelas susu coklat. Setelah semuanya selesai, Olivia dan Carmela segera naik untuk mandi, sementara Maxi menata meja makan.

Senin, 07 Agustus 2017

[Cerbung] Infinity #13










* * *


Tiga Belas


Allen sempat ternganga ketika Olivia muncul menemuinya menjelang siang pada Sabtu keesokan harinya. Gadis yang biasanya berbusana cukup tertutup itu kini tampil begitu centil dengan gaun selutut one shoulder beraksen ruffles berwarna biru langit dengan bagian bawah melebar. Sekilas gaun itu tampak polos tanpa motif. Tapi bila diamati lebih lanjut, akan terlihat bahwa bahan gaun itu di-emboss motif ratusan kupu-kupu mungil. Tampak sangat manis.

Kamis, 03 Agustus 2017

[Cerbung] Infinity #12


Dua Belas


Keesokan harinya, pagi buta, Olivia membantu Arlena menyiapkan sarapan. Sebetulnya, tujuan utamanya bukan itu. Ada maksud lain. Hanya saja ia dilanda keraguan besar untuk menyampaikannya pada Arlena. Tapi waktu terus bergulir. Maka ia memberanikan diri untuk bicara, sambil menyiapkan peralatan makan dan piring saji.

Senin, 31 Juli 2017

[Cerbung] Infinity #11



Sebelas


Olivia menyimpan dua nama itu dalam lipatan-lipatan pekerjaannya. Allen dan Luken. Berusaha untuk tidak memikirkan hal lain kecuali pekerjaan. Mata dan hatinya jelas-jelas melihat bahwa Luken agak menarik diri setelah ‘membuatnya’ kelelahan. Ia tidak bisa berbuat apa-apa walaupun ingin sekali meyakinkan bahwa laki-laki itu tidak bersalah. Dilihat dari sudut mana pun, hubungannya dengan Luken adalah profesional belaka.

Kamis, 27 Juli 2017

[Cerbung] Infinity #10










* * *


Sepuluh


Walaupun ditutupi rias wajah yang lebih meriah daripada biasanya, Olivia tidak bisa lagi menyembunyikan keletihannya. Gerak-geriknya lesu. Matanya tidak lagi bercahaya. Sandra menatapnya dengan prihatin.

“Mbak, mintalah izin untuk istirahat di rumah barang satu atau dua hari,” ucap Sandra halus.

Senin, 24 Juli 2017

[Cerbung] Infinity #9


Sembilan


Senin pagi itu, suasana kantor berangsur normal. Luken mengawali hari kerja dengan meeting bersama. Mengucapkan selamat datang kembali pada para staf. Sekaligus mengumumkan bahwa jam kerja hari ini akan berakhir pukul dua siang, dan besok akan berjalan seperti biasa lagi. Caesar sebagai perwakilan para staf pun mengucapkan terima kasih atas perhatian Luken.