Senin, 26 Maret 2018

[Cerbung] Jarik Truntum Garuda #15









* * *


Lima Belas


Dengan langkah tenang Kencana menyusuri tepi jalan yang teduh di bawah naungan deretan pohon trembesi. Tujuannya hanya satu. Rumah Paul, yang tak begitu jauh dari rumahnya.

Ketika sudah hampir memasuki ujung jalan, Kencana menghela napas panjang. Berusaha memantapkan langkah yang mendadak terasa sedikit goyah.

Senin, 19 Maret 2018

[Cerbung] Jarik Truntum Garuda #14








Sebelumnya  



* * *


Empat Belas


"Mm... Aku sedang memikirkan untuk pindah kantor."

Gumaman Kencana itu seketika membuat perhatian Owen teralih dari chicken pie-nya. Ditatapnya Kencana lekat-lekat. Tak ada ekspresi main-main dalam wajah Kencana. Gadis itu terlihat serius. Bahkan sangat serius.

Senin, 12 Maret 2018

[Cerbung] Jarik Truntum Garuda #13








Sebelumnya



* * *



Tiga Belas


Pada detik itu, Kencana mendapati bahwa kerinduan dan pelukan hangatnya pada anak-anak bukanlah hal yang artifisial. Seutuhnya pertemuan itu begitu menghangatkan hati. Apalagi ketika Rika berbisik di telinganya, "Aku kangeeen banget sama Tante." Dan, Kencana menjawabnya dengan pelukan yang lebih erat lagi.

Senin, 05 Maret 2018

[Cerbung] Jarik Truntum Garuda #12










* * *


Dua Belas

"Mm... Anak-anak kangen padamu."

Kalimat sederhana yang diucapkan laki-laki tampan di seberang sana itu tak pelak mengguncangkan hati Kencana. Jujur, ia pun merasakan hal yang sama.

Senin, 26 Februari 2018

[Cerbung] Jarik Truntum Garuda #11








Sebelumnya



* * *


Sebelas


Pesta nama paroki berlangsung sangat meriah menjelang siang hari Minggu itu. Berbagai acara di panggung gembira yang diselingi berbagai door prize membuat suasana kian gegap gempita. Tepuk tangan menggemuruh pecah ketika BIA usia 4-6 tahun membawakan gerak dan lagu yang sungguh padu dan jenaka.

Kamis, 22 Februari 2018

[Cerbung] Jarik Truntum Garuda #10-2








Sebelumnya



* * *


Keesokan paginya, sebetulnya Kencana ragu-ragu untuk menyetir sendiri mobilnya. Hujan di luar sana begitu deras, lanjutan dari semalam, sementara ia merasa bahwa kondisinya kurang fit, gara-gara tidurnya kurang dan tidak nyenyak. Tapi ia merasa punya tanggung jawab untuk menjemput Owen seperti janjinya. Akhirnya, dengan meneguhkan hati dan diri, Kencana pun mengeluarkan mobilnya dari garasi, dan melajukannya ke rumah Owen.

Senin, 19 Februari 2018

[Cerbung] Jarik Truntum Garuda #10-1









* * *


Sepuluh


Dan, ternyata Kencana benar-benar serius dengan ucapannya. Pukul 5.45 pada hari Senin pagi, Kencana sudah memencet bel di teras rumah Owen. Lidya yang membukakan pintu menyambutnya dengan senyum lebar.

Kamis, 15 Februari 2018

[Cerbung] Jarik Truntum Garuda #9










* * *


Sembilan


Kencana masih tertegun-tegun. Ia benar-benar tak pernah membayangkan dengan siapa – pada akhirnya – ia akan berduet menjadi wedding singer pada pernikahan Vesta dan Robin. Ia sudah seharian menyelaraskan nada bersama Owen pada hari Minggu yang lalu. Keduanya sudah merasa siap, tinggal show saja. Tapi, apa mau dikata? Owen justru tumbang pada hari Rabu sore, dan berujung pada diangkatnya jaringan usus buntu yang sudah meradang hebat dan nyaris pecah dini hari keesokan paginya di kamar operasi.


Senin, 12 Februari 2018

[Cerbung] Jarik Truntum Garuda #8










* * *


Delapan


Bekerja di satu gedung yang sama, walaupun tidak tiap hari bisa bertemu, tak pelak lebih mendekatkan Owen pada Kencana. Sudah lima kali hari Jumat pemuda itu menjemput Kencana untuk berangkat kerja bersama-sama. Pulangnya, mereka melewatkan waktu menjelang akhir pekan dengan mengobrol santai di kafe-kafe yang berbeda. Jumat lalu malah mereka menyempatkan diri untuk nonton film terbaru di bioskop.

Kamis, 08 Februari 2018

[Cerbung] Jarik Truntum Garuda #7








Sebelumnya



* * *


Tujuh


Kencana duduk di teras setelah Jati dan Ndari berangkat ke rumah keluarga Paul, lewat sedikit dari pukul enam petang. Ia akan menyusul, tapi menunggu kedatangan Owen lebih dulu untuk menjemputnya.

Senin, 05 Februari 2018

[Cerbung] Jarik Truntum Garuda #6










* * *


Enam



“Hai, Can!”

Sebuah tepukan halus mampir ke bahu kiri Kencana, membuat gadis itu menoleh seketika. Seulas senyum manis segera terkembang begitu melihat siapa yang menyapanya.

Kamis, 01 Februari 2018

[Cerbung] Jarik Truntum Garuda #5-2










* * *


Minggu menjelang sore yang tidak terlalu basah, walaupun lapisan mendung kelabu setia menaungi bumi sejak pagi berganti siang. Kencana menikmati sisa akhir pekan dengan membaca novel fantasi “Basalto Terakhir” yang baru kemarin siang diterimanya. Dikirim langsung dari Makassar oleh Pical Gadi, penulisnya. Tapi keasyikannya membaca sambil berbaring di atas ranjang empuk sedikit terusik ketika angin berembus menerobos jendela yang terbuka lebar.

Senin, 29 Januari 2018

[Cerbung] Jarik Truntum Garuda #5-1








Sebelumnya



* * *


Catatan :

Sepanjang akhir minggu kemarin, cerbung “Jarik Truntum Garuda” yang sudah terunggah di blog ini saya perbaiki. Tidak ada perubahan isi, hanya pembagian bab dan tanggal unggahnya saja yang berubah sebagai berikut :

Lama ---› baru :

Bab 1 ---› Bab 1-1
Bab 2 ---› Bab 1-2
Bab 3 ---› Bab 2
Bab 4 ---› Bab 3-1
Bab 5 ---› Bab 3-2
Bab 6 ---› Bab 4
Episode hari ini ---› Bab 5-1.

Tanggal unggah berubah menjadi tanggal tayang seharusnya sesuai jadwal Senin-Kamisan

Terima kasih.


* * *


Lima


Entah kenapa, kali ini datangnya akhir minggu disambut dengan riang oleh Kencana. Ketika teringat pada anak-anak manis dan lucu yang sudah menunggu dongengnya seusai misa kedua Minggu pagi, semangatnya menggelembung. Penuh terpompa kembali. Pagi-pagi, ia sudah bangun, mandi, berdandan, dan keluar dari kamar menjelang pukul enam. Jati dan Ndari sudah siap untuk menikmati sarapan. Sapaan manis Kencana mereka sambut dengan hati hangat.

Minggu, 28 Januari 2018

[Cerpen] Cinta Kedua Aleda









"Ayah! Aku pulang!"

Suara renyah itu seketika membuatku menoleh. Baru saja memang ada derum mobil berhenti di depan rumah, tapi aku tak perhatian. Sibuk mencuci mobil di carport. Ternyata ia yang muncul dengan menumpang taksi. Aleda, putri tunggalku dan Arin.

Kamis, 25 Januari 2018

[Cerbung] Jarik Truntum Garuda #4








Sebelumnya



* * *


Empat


Pagi yang muram dan berantakan. Dimulai dengan Kencana terlambat bangun, dan mendapati ban mobilnya kempis saat hendak berangkat ke kantor. Ayahnya sudah berangkat lebih dulu dengan mobil satunya, sehingga ia tidak bisa nebeng. Satu-satunya jalan adalah menggunakan ojek online. Tapi mendung yang menggantung begitu tebal di langit membuatnya mengalihkan order pada taksi online.

Senin, 22 Januari 2018

[Cerbung] Jarik Truntum Garuda #3-2








Sebelumnya



* * *



Ican...

Alvin mengerjapkan mata. Dari kejauhan, sesekali diarahkannya tatapan pada gadis itu. Sekilas-sekilas. Di tengah acaranya kumpul-kumpul bareng OMK di selasar aula. Pintu aula yang terbuka lebar memberinya akses untuk itu.

Sabtu, 20 Januari 2018

[Fabel] Teledu Tak Tahu Malu








Seekor teledu bernama Mydi yang berbulu indah ingin sekali menjadi kelinci. Ia pun mendekati sekelompok kelinci dan mencoba untuk bertingkah laku seperti kelinci.

Kamis, 18 Januari 2018

[Cerbung] Jarik Truntum Garuda #3-1








Sebelumnya


* * *


Tiga


Apakah ‘kembali’ adalah perbuatan yang tepat?

Kencana menggeleng samar. Mau tak mau, percakapannya dengan Nina sore tadi melekat betul di kepalanya.

Senin, 15 Januari 2018

[Cerbung] Jarik Truntum Garuda #2










* * *


Dua


Tidak ada yang tiba-tiba, sebetulnya. Semua sudah dimulai sejak bertahun-tahun yang lalu. Kapan tepatnya, Denta sudah lupa. Betapa damai rasa hatinya setiap kali melihat sosok berjubah putih dilapisi kasula[1] dilengkapi semua atributnya, mempersembahkan Misa Kudus. Tapi rasa damai itu terpaksa dipendamnya karena nasib. Nasib sebagai anak bungsu. Harapan satu-satunya sebagai penerus perusahaan keluarga, setelah kakak sulung dan abang tengahnya ‘terlepas dari genggaman’.

Kamis, 11 Januari 2018

[Cerbung] Jarik Truntum Garuda #1-2







Sebelumnya


* * *


Jati mengalihkan tatapan dari layar laptop begitu mendengar suara pintu terbuka dan tertutup. Diulasnya senyum ketika melihat siapa yang muncul.

“Sudah mandi?” tanyanya.