* * *
Sepuluh
Laki-laki itu tak mengatakan apa-apa...
Ares membuka lebar-lebar pintu balkon apartemennya sore itu. Membiarkan angin membawa masuk suara gemercik rintik hujan beserta segala kesegarannya. Ares menarik kursi malasnya hingga berada tepat di depan pintu. Sambil menyesap segelas coklat hangatnya, ia duduk bersandar meluruskan kaki. Menatap lukisan alam yang terbingkai kusen pintu balkon.


















