Senin, 23 Mei 2016

[Cerbung] Miss Cempluk #1





Satu


Jakarta again...

Kuhirup dalam-dalam udara Jakarta. Hm... Walaupun sedikit menyesakkan dada, tak apalah. Harus tak apa-apa. Karena sampai kapan pun, rasa-rasanya udara Jakarta tidaklah akan pernah sesegar udara Ubud yang baru saja kutinggalkan. Dan kini, di sinilah terminal terakhirku.

Jakarta...

Sabtu, 07 Mei 2016

[Bukan Fiksi] Still About EF, The Story Behind







Saya selalu suka berbagi sesuatu di balik penulisan fiksi-fiksi saya, terutama yang panjang. Entah yang baca, kemungkinan besar sudah eneg dengan ke-lebay-an saya. It’s OK! Bagi yang suka, monggo mampir. Bagi yang eneg, silakan mlipir ke warung tetangga. Bagi yang niat ngrusuh, saya tendang jauh-jauh. *sorry, lagi kurang satu ons, jadi jangan coba-coba, bisa senggol-bacok seketika*

Kamis, 21 April 2016

[Cerpen] Anniversaire







SEBUAH CERPEN HASIL KOLABORASI PUTRI APRIANI DENGAN LIZZ



BEBE

Aku sudah bosan berada di sini. Ruangan ini makin sempit saja buatku. Aku sudah tak lagi bebas berenang di dalamnya. Sudah tak lagi bebas jungkir-balik. Posisiku benar-benar membosankan!

Kamis, 07 April 2016

[Bukan Fiksi] Perkembangan Kasus Karya Fiksi Saya Yang Nongol Di Wattpad





Jujur kemarin itu saya bener-bener 'murup' karena waktu iseng nge-check di google ternyata ada judul fiksi saya yang nongol di media penulisan lain. Hingga detik ini saya belum pernah memberi ijin pada siapa pun untuk meng-copas karya saya.

Rabu, 06 April 2016

[Bukan Fiksi] Kepada Yth. Pemilik Akun PsSiska Di Wattpad





Saudari PsSiska / Siska Purnama Sari,

Saya yakin Anda salah satu pembaca blog FiksiLizz ini. Atau mungkin salah seorang pembaca di sini adalah teman yang kebetulan mengenal Anda.

Kamis, 24 Maret 2016

[Bukan Fiksi] Masih Tentang ETERNAL FORSETI





Mohon maaf bagi yang sudah bosan dengan tulisan yang berbau Eternal Forseti di blog ini, silakan skip saja 😳

Kemarin-kemarin saya berpikir untuk sekalian saja merahasiakan cerita Eternal Forseti. Karena itu saya memutuskan untuk posting Eternal Forseti melalui catatan FB dengan hanya beberapa orang saja yang saya beri akses untuk bisa baca (admin FC FB dan beberapa teman). Terrrnyataaa... Ada yang protes (banyak yang nginbox). Pingin baca tapi nggak bisa. Ya sudah, saya buka untuk publik di Bab 1 dan 2.

Sabtu, 19 Maret 2016

[FF] Bakso




"Ini , Kang, mumpung masih panas."

Mata Yudi berbinar menatap semangkok bakso yang disodorkan Tini. Kuahnya yang panas mengepul beraroma sedap seketika menggelitik hidung dan syaraf rasa Yudi.

Jumat, 11 Maret 2016

[Bukan Fiksi] Eternal Forseti, Fiksi Yang (Belum) Akan Saya Bagi



Saat ini, ‘produk’ fiksi terbaru saya judulnya Eternal Forseti. Draft cerita ini sudah lamaaa sekali saya buat. Sudah dari tahun lalu. Sasaran awalnya adalah untuk mengisi slot cerbung di blog FiksiLizz. Beberapa orang yang saya anggap terdekat dengan saya sempat saya kirimi draft cerita ini. Kenapa beberapa? Karena (pikiran) saya ‘jahat’ (pake banget!). Siapa tahu dari orang-orang yang saya anggap terdekat ini berniat ‘menusuk dari belakang’ dan malah menggarap ide cerita ini lebih dulu daripada saya? (Ide itu mahal, Jendral!) Seandainya hal itu benar-benar terjadi, saya masih punya bukti yang disimpan orang lain bahwa sayalah pemilik awal draft tersebut.

Kamis, 10 Maret 2016

[Cerbung] Vendetta #20








                       

* * *


Confession


Lama Luita menatap laki-laki itu. Tak berkedip. Dicobanya untuk mencari satu persatu maksud yang tersembunyi. Tapi ia hanya mendapatkan dua hal. Kesungguhan. Dan cinta. Tak ada yang lain. Dihelanya napas panjang.

“Anda tahu rasanya kehilangan yang sangat besar?” tanya Luita, sangat lirih.

Senin, 07 Maret 2016

[Cerbung] Vendetta #19







Episode sebelumnya : Vendetta #18 : Would You?
                       

* * *


What Do I Have To Do?


Angel berbaring dengan gelisah di atas ranjang. Hening di sekelilingnya terasa begitu menulikan telinga. Membuat matanya tak juga bisa dipejamkan walaupun ia sudah sedemikian lelah.

Beberapa saat kemudian ia meraih ponsel dan mengetuk-ngetuk layarnya dengan lembut. Dibacanya sekali lagi pesan yang ditulisnya sebelum menyentuh kotak send.

Kamis, 03 Maret 2016

[Cerbung] Vendetta #18







Episode sebelumnya : Vendetta #17 : Still


* * *


Would You?


Guys, aku pulang dulu ya?” Angel mengunci pintu kantornya sekaligus berpamitan pada para pegawainya yang ada di pantry. “Sampai ketemu besok.”

Di tengah sahutan para pegawainya, Angel melangkah pergi. Ia melewati ruangan kafe yang masih cukup ramai. Pada pintu, tanda Closed sudah terpasang mengarah keluar. Pelan didorongnya pintu itu.

Senin, 29 Februari 2016

[Cerbung] Vendetta #17







Episode sebelumnya : Vendetta #16 : I Do Miss You...


* * *


Still


“Samosanya tidak enak?”

Felitsa tersentak. Sedetik ditatapnya samosa yang masih tersisa setengah bagian di atas piring kecilnya sebelum mengalihkan tatapan itu pada Karunia. Ia kemudian menggeleng, tapi segera tersadar begitu wajah Karunia dilihatnya berubah jadi seolah diliputi mendung.

Kamis, 25 Februari 2016

[Cerbung] Vendetta #16







Episode sebelumnya : Vendetta #15 : Too Good To Be True


* * *


I Do Miss You...


Diam-diam ia mengamatinya. Laki-laki itu. Menghasilkan uang dengan tangannya sendiri. Bertahan hidup dengan mengandalkan kemampuannya. Secara bersih. Sebersit simpati perlahan muncul. Mulai memupus dendam yang masih bersarang di sana-sini dalam hati. Mengikisnya sedikit demi sedikit hingga nyaris tak tersisa segaris pun rasa sakit.

Senin, 22 Februari 2016

[Cerbung] Vendetta #15









* * *


Too Good To Be True


Kedua calon mempelai itu mengamati layar laptop Bastian dengan wajah bercahaya. Bastian tersenyum melihatnya. Tampilan di layar berganti-ganti. Wajah-wajah yang bahagia. Kostum yang apik. Pose yang menyiratkan keintiman dan kedekatan. Pencahayaan yang sempurna. Sudut pengambilan gambar yang pas. Semuanya indah.

Kamis, 18 Februari 2016

[Cerbung] Vendetta #14








Episode sebelumnya : Vendetta #13 : Black Memory



* * *



Can't Take My Eyes Off Of You



Pintu itu tertutup di belakang punggung Lukas. Tamunya sudah pergi. Hanya ia dan ibunya yang tertinggal di rumah itu, seperti biasanya. Rissa menatap Lukas lekat.

“Jadi, bagaimana?” tanya Rissa.

Senin, 15 Februari 2016

[Cerbung] Vendetta #13







Episode sebelumnya : Vendetta #12 : Surrender


* * *


Black Memory


“Ibu tak suka melihat wajahmu yang seperti itu.”

Lukas menoleh. Mendapati ibunya tengah menatapnya dengan mata menyipit. Lalu ia tertawa karenanya.

“Seperti apa, Bu?”

Kamis, 11 Februari 2016

[Cerbung] Vendetta #12







Episode sebelumnya : Vendetta #11 : Black Hole


* * *


Surrender


Angel menatap keakraban itu dari balik dinding kaca kantornya. Orang-orang di luar sana tak akan dapat melihatnya karena hanya ada cermin besar di balik itu. Disimpannya resah itu sendiri. Entah kenapa perasaan itu mendadak muncul. Karena laki-laki itukah? Angel menggeleng pelan.

Senin, 08 Februari 2016

[Cerbung] Vendetta #11







Episode sebelumnya : Vendetta #10 : Emptiness


* * *


Black Hole


Hidup memang harus berlanjut. Setidaknya bagi Angel. Dan binar di mata Luita setiap kali melihat Angel datang menjenguknya di penjara pelan-pelan mengikis gamang di hati Angel. Juga kata-kata tegas Luita, “Bangkit! Nikmati hidupmu!”  Dan Angel memeluknya penuh rasa terima kasih, atas kehidupan baru yang telah diberikan Luita padanya.

Kamis, 04 Februari 2016

[Cerbung] Vendetta #10








Episode sebelumnya : Vendetta #9 : Sacrifice


* * *


Emptiness


Angel tak berkedip menatap gerakan bola-bola logam mengkilap itu. Bandul momentum yang terpental-pental teratur di atas mejanya. Sorot matanya kosong. Hampa.

Apapun yang terjadi, jangan pernah mengakui pembunuhan yang kamu lakukan pada Ferry Frianto. Jangan pernah!
 

Senin, 01 Februari 2016

[Cerbung] Vendetta #9







Episode sebelumnya : Vendetta #8 : Mea Culpa


* * *


Sacrifice


“Nona  Angel?”

“Ya?”

“Kami dari kepolisian sektor utara mengharap kehadiran Anda di kantor kami.”