Kamis, 07 April 2016

[Bukan Fiksi] Perkembangan Kasus Karya Fiksi Saya Yang Nongol Di Wattpad





Jujur kemarin itu saya bener-bener 'murup' karena waktu iseng nge-check di google ternyata ada judul fiksi saya yang nongol di media penulisan lain. Hingga detik ini saya belum pernah memberi ijin pada siapa pun untuk meng-copas karya saya.

Baiklah saya akan mencoba untuk memberikan kronologinya, sbb :

1. Selasa (5 April 2016) malam, saya iseng googling judul fiksi saya (novelet) Garis Hitam Darah Biru. Selain judul itu ada terkait dengan FiksiLizz, ternyata terkait juga dengan Wattpad. Saya memang punya akun di sana, tapi kosong karena saya belum pernah mengunggah apa-apa. Ketika saya klik, akun pengunggahnya adalah PsSiska. Jelas itu bukan saya. Selain GHDB, ternyata nongol juga lanjutannya yaitu Ruang Ketiga. Malam itu juga saya tulis artikel ini. Berikut ini penampakan penemuan saya :





2. Rabu (6 April 2016) jam 00 lewat sekian, artikel itu langsung saya tayangkan di FiksiLizz sekalian share di FB saya.

3. Rabu (6 April 2016) pagi ada beberapa komen yang masuk ke link di FB saya, salah satunya dari Imas Siti Liawati. Dia mendapati hal yang sama dengan yang saya dapati, yaitu memang betul 2 judul karya saya nongol di Wattpad. Saya sempat WA-an dengan Imas yang sudah berbaik hati menginbox PsSiska melalui akunnya di Wattpad. Pada saat itu juga saya 'menegur' PsSiska melalui fitur percakapan di Wattpad. Screenshot ada di bawah ini :



4. Sementara itu ada komen dari Mbak Dyah Rina di artikel saya, mengatakan bahwa akun PsSiska sudah tidak lagi bisa dibuka. Saya check, benar nggak bisa dibuka lagi. Saya menganggap masih ada itikad baik dari PsSiska yang menon-aktifkan akunnya dan mengatakan pada Imas bahwa dia akan menghubungi saya.

5. Saya mendapat pesan dari PsSiska yang intinya dia minta maaf dsb., tapi di situ dia menyatakan sudah pernah mencoba untuk minta ijin copas melalui komen di blog tapi tidak saya balas. Saya sampai puyeng cari komen manaaa yang katanya minta ijin itu. Saya cari baik di blog maupun e-mail saya. Nggak ketemu! Dan PsSiska menjanjikan akan mengirim capture komen yang dia maksud. (Catatan : saya sama sekali tidak pernah menghapus harta karun berupa komen di blog saya kecuali untuk komen yang masuk secara dobel). Oke, saya tunggu capture yang dia maksud.

6. Hari ini (7 April 2016), saya menerima pesan dari PsSiska melalui akun FB saya. Isinya pernyataan bahwa dia tak pernah mengakui bahwa yang diunggahnya itu adalah karyanya sendiri, di kolom info (di Wattpad) sudah dicantumkan bahwa itu adalah karya saya (Liz Suwasono, masiyo salah tulis yo babahno wes...). Dan ia menyatakan bahwa komen permintaan ijin yang ia maksud tertanggal 16 November 2015. Hanya ada pernyataan, tanpa capture yang ia janjikan.
Dan di bawah ini adalah screenshot dari daftar komen yang masuk pada tanggal sekitaran itu. Adakah? Kok saya masih nggak menemukannya ya? Ingat, saya nggak pernah hapus komen kecuali yang dobel posting!





Anyway, inti dari kasus ini adalah :

1. PsSiska mengunggah karya saya di akun Wattpad-nya tanpa ijin dari saya, tidak mengakui karya itu sebagai karyanya sendiri, tetap mengakui bahwa itu adalah karya saya, ketika saya tegur sudah meminta maaf dan menon-aktifkan akunnya.

2. PsSiska tetap punya itikad baik walaupun caranya copas itu sama sekali tidak benar.

3. Hingga saat ini saya masih belum juga menemukan komen minta ijin yang dia maksud (saya mau balas gimana wong komennya aja nggak ketemu?)

4. Bagaimanapun copas karya orang lain tanpa ijin dari yang punya karya adalah tindakan yang sama sekali tidak benar.

5. Saya menyatakan kasus ini selesai dan berharap tidak terulang lagi di kemudian hari.

6. Terima kasih kepada semua pembaca FiksiLizz dan teman-teman dari FB yang menaruh perhatian pada kasus ini, terutama pada Imas Siti Liawati yang sudah meluangkan waktu untuk menghubungkan saya dengan PsSiska, juga Mbak Dyah Rina yang sudah memberi info tentang ditutupnya akun PsSiska.

7. Kasus ditutup. Tok! Tok! Tok! *ketok palu*

* * *

UPDATE !
Saya baru saja menemukan bahwa ada komen dari Siska yang diunggah di bawah komen saya pada tanggal 16 November 2015 di Ruang Ketiga #8. Kalau memang itu komen yang dia maksud, ingin memberi kesan bahwa saya dengan sengaja telah menghapusnya, kenapa baru muncul di bawah tanggal 7 April 2016 alias hari ini?
Saya tidak menghapus komen itu atau siapa pun kecuali yang dobel posting!
Ada upaya mau cuci tangan di sini? Entahlah!
Silakan menilai sendiri...

20 komentar:

  1. Hhmm.. moga nggak ada lagi kasus-kasus seperti ini :(

    BalasHapus
  2. Padahal saya dulu naksir anak namanya Siska #ehh

    BalasHapus
  3. Ya ampyuuun.. kok orang mo enaknya ajah yaa.. Sisca ngarang sendiri ajah dong, klo gak bs yaa jd penikmat sastra ajah kyk akyuu.. jgn copas2 lg yaa Siscaaa..

    Ups Sisca baca komenku ini gak ya buu..? :-)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hehehe... Makasih singgahnya, Mbak Indah... 😘

      Hapus
  4. Jujur aku isin dewe Mbak... Nggak mbayangno lek aku sing nglakoni.
    Syukurlah wis lek ditutup semoga nggak ada yang kayak gini lagi.
    BTW boleh pinjem palunya ndak? Punyaku ilang hehe... Senyum sik Mbak biar tambah manis

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hehehe... Makasih, Mbak...
      Ini palunya 🔨🔨🔨 kurang nggak 😂😂😂

      Hapus
  5. resiko tulisane apik kui mbakkk..


    babahno komeng ikiiii. hihihihi

    BalasHapus
    Balasan
    1. Resiko tapi ya nggak segitunya juga kaleee 😝😝😝
      Makasih mampire, Mak...

      Hapus
  6. Mbak Lizz komen dari Siska yang diunggah tgl 16 November 2016....
    Itu thn nya gak salah mbak??
    Thn 2016 msh bln April loh mbak..
    Maksudnya 2015 kali..mbak...?
    Wes mbak ndak usah emosi lagi ya...:)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hehehe... Iya, Mbak, udah di-edit. Makasih ya... 😘😘

      Hapus
  7. Waduh jadi deg2an juga neh...

    Terima kasih buat temen2 yg care banget ma lis sehingga urusan copas- mencopas ini cepet ketauan dan cepet terselesaikan...

    BalasHapus
  8. Kalau pakai sosmed semacam fb, jiplus atau twitter khan tinggal di klik share, +1 dan tuwit, jadi post punya orang masih bisa terlacak.

    Beberapa kali juga menemukan orang yang begitu, izin kopas. Tapi tanpa mencantumkan sumber.

    Kalau aku sih feel Free aja kali ya. Tapi berlepas tangan kalau tulisan kita menimbulkan masalah di kemudian hari.

    Tetap berkarya ya mbak...

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hehehe... Kalo artikel lepas mungkin saya biarin aja, Mas. Kalo fiksi ya nanti dulu.
      Makasih singgahnya ya, salam... 😊

      Hapus
  9. Resiko jadi seleb gitu kali mbak hehehe.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Wakakak... Seleb? Enggak buanget deh... 😂😂😂
      Makasih, Mas Marcel...

      Hapus